Minggu, 24 November 2013

Hubungan dan Perbedaan TCP/IP dengan OSI



Hubungan OSI dengan TCP/IP
Model OSI
Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1977. Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model). 
Manfaat
  • Membuat peralatan vendor yang berbeda dapat saling bekerjasama
  • Membuat stadarisasi yang didapat dipakai vendor untuk mengurangi kerumitan perancangan
  • Standarisasi interfaces
  • Modular enginneering
  • Kerjasama dan komunikasi teknologi yang berbeda 
  • Memudahkan pelatihan network
Definisi masing-masing Layer pada model OSI
  • Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI, seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS. 
  • Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP). 
  • Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. 
  • Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan. 
  • Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3. 
  • Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC). 
  • Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Pengertian TCP/IP
TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol ) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. 4. Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP
  1. Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT). 
  2. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP). 
  3. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP). 
  4. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).
TCP/IP Protocol Suite

Persamaan OSI dan TCP/IP :
  1. OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki layer (lapisan). 
  2. OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
  3. OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama memiliki transport dan network layer yang sama.
  4. Asumsi dasar OSI layer dan TCP/IP layer adalah menggunakan teknologi packet switching.
  5. OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan. 
  6. OSI layer dan TCP/IP layer sama-sama menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
Perbedaan OSI dan TCP/IP :
  1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer. 
  2. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan session direpresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP, yaitu layer application.
  3. Layer Network pada OSI Layer direpresentasikan sebagai Layer Internet pada TCP/IP Layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.
  4. Layer Network Access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari Layer DataLink dan Physical pada OSI Layer, dengan kata lain, Layer Network Acces merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI Layer, yaitu DataLink dan Physical. 
  5. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”.
Hubungan OSI dengan TCP/IP
Keduanya berjalan sendiri-sendiri, tapi yang perlu diketahui adalah saat standar model OSI diumumkan, protokol TCP/IP sudah mulai “dewasa” terlebih dulu.

TCP/IP pada dasarnya tidak sesuai/ memenuhi standar yang digariskan oleh Model OSI. Meskipun demikian dua model yang berbeda ini memiliki tujuan yang sama-sama mulianya, yaitu menstandarkan protokol Jaringan agar dunia jaringan “tidak pusing”.

Walau TCP/IP berbeda dengan Model OSI, tapi masih banyak kompatibilitas di antara keduanya, dan kita akan sering melihat orang membahas protokol TCP/IP dari terminologi Model OSI.

Kita akan melihat hubungan antara protokol TCP/IP yang 4 layer dengan Model OSI yang 7 Layer. Gambar berikut menjelaskan hubungan di antara kedua standar protokol tersebut.

Dari gambar di atas, terlihat bahwa Application Layer dari TCP/IP tugas dan tanggung jawabnya dibagi menjadi 3 layer di Model OSI yaitu Application Layer, Presentation Layer dan Session Layer.

OSI juga membagi Network Interface Layer menjadi dua layer yaitu : Data Link Layer dan Physical Layer.
Berikut penjelasan tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing layer dari Model OSI:
Physical Layer – Mengubah pesan/ data menjadi sinyal-sinyal Listrik. Dimana sinyal-sinyal listrik ini akan “berjalan” di media transmisi.
Data Link layer— Tugasnya menyediakan interface/antar muka dengan Kartu Jaringan/ LAN Card/ Network Adapter dan mengurusi link-link logical untuk subnet.
Network layer— Tugasnya adalah menyediakan layanan pengalamatan logical dan fungsi-fungsi routing.
Transport layer— Menyediakan fungsi Kontrol Kesalahan/ Error Control dan Kontrol Aliran Jaringan
Session layer— Menetapkan sesi-sesi antara Aplikasi yang sedang melakukan komunikasi di antara komputer-komputer yang berada di jaringan.
Presentation layer— Tugasnya mengubah pesan/data ke format standar, mengurusi masalah enkripsi dan kompresi data.
Application layer— Menyediakan antarmuka/interface jaringan terhadap aplikasi yang sedang berjalan di komputer, menyediakan aplikasi jaringan untuk transfer file, komunikasi, printer sharing, file sharing dan lain-lainnya.
Begitulah perbandingan kedua model protokol di atas. Satu hal yang perlu diketahui, kedua protokol di atas “hanyalah” merupakan sebuah Standar yang disepakati, bukan Implementasi. Dalam dunia nyata, implementasi dari standar di atas tidak benar-benar “bersih”.
Hal lain yang perlu diketahui bahwa ada dua layer yang hanya benar-benar identik di antara TCP/IP dan OSI layer, yaitu Transport Layer dan Internet (Network) Layer, yaitu layer yang mengurusi masalah Kontrol Kesalahan dan Kontrol Aliran dan layanan pengalamatan secara logical dan fungsi routing.

Minggu, 20 Januari 2013

KLASIFIKASI NETWORK CONNECTION PADA LINUX



KLASIFIKASI NETWORK CONNECTION PADA LINUX
Network connections = digunakan untuk menkonfigurasi / setting jaringan pada komputer Linux

        
Ubuntu adalah salah satu software yang paling user-friendly distribusi Linux yang tersedia. Ini kemudahan penggunaan menetes turun dari instalasi semua jalan melalui ke pengalaman pengguna baru. Ini diciptakan untuk membawa Linux ke dunia di mana setiap orang bisa menikmati pengalaman PC gratis frustrasi.
Salah satu daerah yang sering frustrasi orang adalah konfigurasi jaringan nirkabel. Dari perspektif pengguna baru ini harus menjadi sesuatu yang "hanya bekerja." Dalam beberapa distro Linux, konfigurasi koneksi jaringan nirkabel dapat menjadi pengalaman yang dapat menyebabkan suara-suara dan keyboard rusak. Tidak harus seperti itu. Untungnya, Ubuntu setuju. Wireless Konfigurasi Tools di Ubuntu Linux.

Masalah menghubungkan ke titik akses nirkabel. Untuk beberapa tugas ini sederhana. Untuk beberapa, bagaimanapun, tugas ini merupakan latihan melelahkan sia-sia. Ada dua alasan nirkabel dapat menjadi kerumitan:
(1) perangkat nirkabel Didukung, atau
(2) Menggunakan alat yang salah untuk membuat sambungan. Jika masalah Anda adalah mantan Anda beruntung dengan Ubuntu karena distribusi ini memungkinkan Anda untuk men-download dan menginstal driver proprietary yang dapat membuat pekerjaan hardware Anda. Jika masalah Anda adalah yang terakhir Anda juga beruntung, karena Ubuntu datang dengan salah satu alat terbaik untuk mengkonfigurasi jaringan nirkabel yang tersedia.
Menambahkan Driver Proprietary di Ubuntu

 Ada kasus di mana kartu nirkabel Anda mungkin tidak bekerja dengan, driver standar terbuka. Jika Anda menggunakan Ubuntu ini bukan masalah. Anda dapat menginstal pihak ketiga, driver proprietary untuk mengatasi kurangnya dukungan dari driver open source untuk perangkat keras Anda.
CATATAN: Dalam kebanyakan kasus ini bukan kesalahan dari komunitas pengembangan Linux, tetapi lebih karena kesalahan driver hardware tidak melepaskan spesifikasi untuk perangkat mereka.
Untuk menambahkan driver proprietary untuk kartu nirkabel Anda melihat pada menu System (kami menggunakan instalasi default Ubuntu dengan GNOME sebagai desktop). Dalam menu yang Anda akan menemukan submenu Hardware Drivers dalam menu Administration (lihat Gambar 1). Sebelum Anda melanjutkan dengan langkah ini, perlu dicatat bahwa Anda harus memiliki koneksi jaringan yang dibentuk untuk menyelesaikan langkah-langkah karena driver proprietari harus didownload dari internet. Untuk ini, Anda hanya dapat menggunakan koneksi kabel ethernet standar. Setelah Anda menyelesaikan instalasi driver proprietary Anda dapat uplug sambungan kabel dan bisa bekerja dengan setup nirkabel Anda.
[Gambar 1:. Ini akan membuka jendela yang akan memungkinkan Anda untuk menambahkan driver untuk bekerja dengan perangkat keras Anda]
Ketika jendela baru akan terbuka (lihat Gambar 2) Anda akan melihat daftar semua hardware yang mungkin pada komputer Anda yang dapat mengambil keuntungan dari driver proprietary. Apa yang Anda harus lakukan adalah menelusuri isi dari jendela sampai Anda menemukan kartu nirkabel Anda terdaftar. Setelah Anda telah menemukan itu, pilih, dan klik tombol Aktifkan. Anda akan diminta untuk password anda agar instalasi untuk melanjutkan. Masukkan password dan menonton pekerjaan instalasi.
                                  

                                        
Setelah itu selesai Anda dapat menutup jendela pengemudi Proprietary. Sekarang ketika Anda kembali ke Applet NetworkManager dalam panel Anda akan melihat apa nirkabel diaktifkan (lihat Gambar 3).
Konfigurasi Jaringan Nirkabel


                                               
            Sekarang kita perlu kembali dan benar-benar mengkonfigurasi antarmuka nirkabel. Untuk melakukan hal ini kembali dan klik kiri Applet NetworkManager untuk memunculkan menu yang mencakup "Buat jaringan baru nirkabel" entri. Pilih entri tersebut untuk memunculkan jendela kecil di mana Anda akan memasukkan nama jaringan nirkabel dan pilih jenis keamanan yang digunakan jaringan. Jika jaringan menggunakan setup aman jendela akan berubah untuk memasukkan garis Sandi di mana Anda akan memasukkan sandi jaringan nirkabel (lihat Gambar 4).

                                    
                                    
Setelah Anda mengklik tombol Buat Anda akan melihat perubahan applet NetworkManager untuk menunjukkan itu mencoba untuk menghubungkan (lihat Gambar 5). Setelah sambungan dibuat Anda akan mendapatkan pemberitahuan koneksi dibuat dan applet NetworkManager akan menunjukkan semua-to-familar "empat ikon bar nirkabel" (lihat Gambar 6). Anda siap untuk jaringan nirkabel.

                            
Gambar 5: Selama koneksi applet NetworkManager animasi untuk menunjukkan itu bekerja pada membangun koneksi.
                             
Gambar 6: Jumlah bar menunjukkan kekuatan sinyal Anda. Jika Anda klik kiri applet NetworkManager sekarang Anda akan melihat jaringan nirkabel Anda terdaftar sebagai terhubung serta kekuatan sinyal yang Anda terima (lihat Gambar 7). [Gambar 7:. Anda dapat melihat bagaimana mudahnya akan beralih dari kabel ke nirkabel dengan alat ini]
                                                
Mengedit Koneksi Nirkabel Anda
Jika Anda ingin kembali dan mengedit beberapa pengaturan pada jaringan nirkabel Anda itu sangat sederhana. Kembali ke applet NetworkManager dan klik kanan ikon. Pilih entri Koneksi Edit untuk membuka jendela Edit Connections. Pada jendela ini Anda akan melihat lima tab. Klik pada tab Wireless untuk mengungkapkan daftar koneksi nirkabel Anda telah menetapkan (lihat Gambar 8).
                                            
                                      
Katakanlah Anda ingin beralih satu jaringan nirkabel tertentu dari DHCP ke IP Static. Untuk melakukan ini pilih koneksi nirkabel dan klik Edit yang akan memunculkan jendela baru. Dalam jendela ini baru ada tiga tab. Klik pada tab Pengaturan IPv4 (lihat Gambar 9), pilih Manual dari drop Metode bawah, dan mengisi informasi yang diperlukan. Klik OK untuk menyimpan informasi ini.

                                                
Akhirnya, pengaturan koneksi nirkabel di Ubuntu tidak sulit sama sekali. Bahkan jika Anda memiliki kartu bahwa beberapa distro lain tidak dapat mendeteksi, Ubuntu dapat kemungkinan besar membantu Anda keluar. Ubuntu adalah salah satu distribusi paling user friendly dan mengkonfigurasi jaringan nirkabel membuktikan hal itu. semoga materi ini dapat memberikan manfaat

.        
Network connection di bagi 5 :
1.      Wired
2.      Wireless
3.      Mobile Broadband
4.      VPN
5.      DSL
Uraian
1.    Wired
       Wired adalah metoda standar yang dipakai oleh jaringan yaitu penggunaan kabel UTP, Fiber, dsb. Penggunaan wired memiliki keuntungan di antaranya :
a)      kecepatan Transmisi dapat mencapai 1 Gbps
b)      lebih murah dibandingkan wireless
c)      fleksibel dalam mobilitas
d)     mencapai area yang sulit
Alat yang dibutuhkan untuk tersambung dengan internet
a.       Kabel UTP
Kabel UTP adalah kabel khusus buat transmisi data. UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan.
b.      Konektor RJ 45
Konektor ini umumnya digunakan untuk jaringan telepon kabel dan untuk aplikasi. Ada juga yang digunakan untuk sambungan serial dalam kasus khusus.
c.       HUB atau Switch
HUB atau Switch digunakan untuk menghubungkan setiap node dalam jaringan LAN. Peralatan ini sering digunakan pada topologi star dan extended star. Perbedaan antara HUB dan Switch adalah kecepatan transfer datanya. Yaitu 10:100 Mbps.
d.      Modem
Modem atau Modul the Modulator adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel telepon.
e.       LAN Card
LAN Card yaitu sebuah card yang digunakan untuk menghubungkan antara komputer yang satu dengan komputer yang lain. LAN Card ini dipasang pada mother board pada slot PCI Card, untuk mengubungkan antar komputer yang satu dengan komputer yang lain menggunakan kabel UTP yang terdiri dari 8 buah kabel dengan warna warna tertentu, soket yang digunakan adalah soket RJ-45. Untuk jenis Network yang dipilih bisa menggunakan Peer to peer atau menggunakan yang lainnya. Apabila dihubungkan dengan lebih dari dua komputer biasanya membtuhkan alat tambahan yang disebut HUB.


IPV6 dan IPV4
IPv6 merupakan sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Dan panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia.
Perbedaan IP4 dan IPV6
Ipv4
IPv6
Panjang alamat 32 bit (4 bytes)
Panjang alamat 128 bit (16 bytes)
Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4
Tidak harus dikonfigurasi secara manual, bisa menggunakan address autoconfiguration
Dukungan terhadap IPSec opsional
Dukungan terhadap IPSec dibutuhkan
Header mengandung option.
Data opsional dimasukkan seluruhnya ke dalam extensions
header.
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
Paket link-layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun
kembali paket berukuran 1500 byte
Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan  ada router, menurunkan kinerja router.
Fragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim
Checksum termasuk pada header.
Cheksum tidak masuk dalam header.
Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat
link-layer.
ARP Request telah digantikan oleh Neighbor Solitcitation secara multicast.
Untuk mengelola keanggotaan grup pada subnet lokal digunakan Internet Group Management Protocol (IGMP).
IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD)

Sementara kelebihan atau solusi yang terdapat di dalam desain IPv6 adalah salah satu pemicu percepatan implementasi. Kelebihan-kelebihan IPv6 adalah sebagai berikut:
-          IPv6 merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit). IPv6 dengan 128 bit memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan otomotif).
-          Aspek keamanan dan kualitas layanan (QoS) yang telah terintegrasi.
-          Desain autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end.
-          IPv6 memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin, manusia ke masin atau sebaliknya
2.    Wireless
       Wireless atau dalam bahasa indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV)
atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel)dengan frekuensi tertentu.
Wireless digunakan untuk menkonfigurasi / setting ke WIFI.
       SSID (Service Set Identifier) merupakan identifikasi atau nama untuk jaringan Wireless. Setiap peralatan Wi-Fi harus menggunakan SSID (Service Set Identifier) tertentu. Peralatan Wi-Fi dianggap satu jaringan jika menggunakan SSID yang sama. Agar dapat berkomunikasi, setiap peralatan Wireless haruslah menggunakan SSID bersifat case-sensitive, penulisan huruf besar dan huruf kecil akan sangat berpengaruh.
3.    Mobile Broadband
Mobile broadband adalah teknologi internet yang menggunakan jaringan komunikasi data yang memungkinkan pengiriman dan penerima data dalam kecepatan tinggi dan dalam jumlah yang besar baik itu data video, gambar, teks dan data – data lainnya. Mobile Broadband digunakan untuk setting ke modem dalam Linux.
4.    VPN
       VPN adalah singkatan Virtual Private Network, yaitu sebuah koneksi private melalui jaringan publik atau internet, virtual network berarti jaringan yang terjadi hanya bersifat virtual. Private yaitu jaringan yang terbentuk bersifat private dimana tidak semua orang bisa mengaksesnya. Data yang dikirimkan terenkripsi sehingga tetap rahasia meskipun melalui jaringan publik. Jika menggunakan VPN kita seolah-olah membuat jaringan didalam jaringan atau biasa disebut tunnel. VPN merupakan perpaduan antara teknologi tunneling dan enkripsi.
5.    DSL
DSL merupakan singkatan dari Digital Subscriber Line. DSL merupakan teknologi yang menggunakan kabel telepon yang sudah ada untuk mengirimkan data dengan kecepatan tinggi. ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan.
Karakter yang membedakan ADSL dari DSL adalah aliran kapasitas data dari satu arah lebih besar daripada arah yang lain atau disebut juga asimetris. Para penyelenggara biasanya memasarkan ADSL sebagai bentuk layanan untuk orang-orang yang berhubungan dengan Internet relatif lebih pasif, yang menginginkan download dari Internet tetapi tidak begitu memerlukan untuk menjalankan server yang tentu saja sangat memerlukan lebar pita yang besar dari segala arah.